Olahraga terbaik untuk mencapai kebugaran optimal

Foto Page Detail

Olahraga tidak hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan tubuh dan mental. Berdasarkan penelitian terbaru dari berbagai jurnal dan buku, berikut adalah panduan olahraga untuk meningkatkan kebugaran yang dapat diterapkan oleh masyarakat umum.
 
  1. Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Aktivitas fisik teratur terbukti meningkatkan kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot, serta daya tahan tubuh. Studi dalam Jurnal Kejaora menunjukkan bahwa olahraga rutin mengurangi risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung denga                                                                                        n meningkatkan metabolisme dan mengontrol berat badan. Selain itu, penelitian di Jurnal Keolahragaan UNY menemukan bahwa latihan aerobik seperti berlari atau bersepeda meningkatkan kapasitas paru-paru dan fungsi kognitif, terutama pada lansia.

Tidak hanya fisik, olahraga juga berdampak positif pada kesehatan mental. Selama pandemi COVID-19, masyarakat yang rutin berolahraga dilaporkan memiliki tingkat stres dan kecemasan lebih rendah. Hal ini sejalan dengan penelitian di JKM UM Surabaya yang menyatakan bahwa aktivitas fisik membantu tubuh memproduksi endorfin, hormon pemicu perasaan bahagia.

  1. Rekomendasi Jenis Olahraga Berdasarkan Usia dan Kondisi Tubuh

  1. Anak-anak dan Remaja: Fokus pada perkembangan motorik dan koordinasi melalui permainan aktif, senam, atau olahraga tim seperti sepak bola. Menurut Jurnal MensSana, aktivitas ini juga membentuk kebiasaan hidup aktif sejak dini.
  2. Dewasa: Kombinasikan latihan kardio (jalan cepat, renang) dengan latihan kekuatan (angkat beban, yoga) untuk menjaga massa otot dan kepadatan tulang. Direkomendasikan minimal 150 menit aktivitas sedang per minggu.
  3. Lansia: Prioritaskan latihan keseimbangan dan fleksibilitas, seperti tai chi atau senam low-impact, untuk mencegah risiko cedera dan osteoporosis.
  1. Olahraga di Era Pandemi: Adaptasi dan Inovasi

Pandemi COVID-19 mengubah pola aktivitas fisik masyarakat. Studi di JKM UM Surabaya (2021) menemukan bahwa 56% responden di Desa Somagede meningkatkan frekuensi olahraga mandiri seperti senam di rumah atau bersepeda untuk menjaga kebugaran sekaligus mencegah penularan virus.  Platform digital juga dimanfaatkan untuk mengikuti kelas virtual, seperti yang dijelaskan dalam Sport Science and Health UM tentang efektivitas blended learning dalam pelatihan kebugaran.

  1. Tips Praktis Memulai Olahraga Rutin

  1. Mulai Perlahan: Awali dengan durasi 10–15 menit/hari, lalu tingkatkan secara bertahap.
  2. Pilih Aktivitas Menyenangkan: Olahraga akan lebih konsisten jika sesuai minat, misalnya menari atau hiking.
  3. Patuhi Protokol Kesehatan: Gunakan masker saat berolahraga di tempat ramai dan jaga jarak.
  4. Monitor Kemajuan: Catat frekuensi dan durasi latihan menggunakan aplikasi atau jurnal harian.
  1. Pentingnya Konsistensi dan Dukungan Lingkungan

Kunci utama keberhasilan olahraga adalah konsistensi. Dukungan keluarga atau komunitas dapat memotivasi individu untuk tetap aktif. Misalnya, program Ayo Bergerak dari Kementerian Kesehatan RI menekankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyediakan fasilitas olahraga yang mudah diakses.

Kesimpulan

Olahraga adalah solusi efektif untuk meningkatkan kualitas hidup, baik secara fisik maupun mental. Dengan memilih jenis aktivitas yang sesuai dan melakukannya secara teratur, masyarakat dapat menghadapi tantangan kesehatan global seperti pandemi dengan lebih tangguh. Mulailah hari ini karena setiap langkah kecil berdampak besar bagi kebugaran jangka panjang!

Penulis Artikel

Referensi :

  1. Kuncoro A, Rohmah LN, Sudari S, Pamungkas H, Agyanur S. Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa di SMP Mutiara Harapan. KEJAORA [Internet]. 2024 Nov. 19 [cited 2025Feb.7];9(2):257-66. Available from: https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/kejaora/article/view/4116
  2. Nasrulloh A, Mulyana B, Fakhomah SS, Nuryadi, Rizka MR. How Sport specialization age and training components influence achievements of elite athletes.J Keolahragaan [Internet]. 2024 March 21 [cited 2025Feb.7];12(1):11-20. Available from: https://doi.org/%2010.21831/jk.v12i1.65064
  3. Setianingsih E, Susilo R. Hubungan aktivitas olahraga dengan tingkat kebugaran sebagai upaya pencegahan mandiri dalam menghadapi COVID-19 Desa Somagede Kecamatan Somagede. JKM [Internet]. 2021 Des.6 [cited 2025Feb.7]; 6(4):61-6. Available from: https://doi.org/10.30651/jkm.v6i4.9512
  4. Biskhah ASP, Hariadi I. Pengimplementasian Model Pembelajaran Team Games Tournament Sebagai Trigger Peningkatan Hasil Belajar PJOK. MensSana [Internet]. 2023 Okt.10 [cited 2025Feb.7]; 8(2): 111-7. Available from: https://doi.org/10.24036/MensSana.08022023.15
  5. Wirda MA, Teguh LHW, Wibowo AK, Mu’arifin. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kebugaran Jasmani Berbasis Aplikasi Articulate Storyline. Sport Sc and Health [Internet]. 2021 April.21 [cited 2025Feb.7]; 3(4): 192-203. Available from: http://journal2.um.ac.id/index.php/jfik/index.


Kembali
Charitas Mobile Care